Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Bahasa Basis Data

Sebuah bahasa basis data (database languange) biasanya dapat dipilah ke dalam 2 bentuk,yaitu:

1)DATA DEFINITION LANGUANGE [DDL]
Dengan bahasa inilah kita dapat membuat tabel baru,membuat indeks,mengubah tabel,menentukan struktur,penyimpanan tabel dan lain-lain.Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary).Kamus data adalah sesuatu Metada yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya.Kamus Data ini selalu diakses dalam suatu operasi basis data sebelum file data yang sesungguhnya diakses.

2)DATA MANIPULATION LANGUANGE [DML]
Berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data.Manipulasi data dapat berupa:
~Penyisipan atau perubahan data baru,
~Penghapusan data,dan
~Pengubahan data.

Ada 2 jenis DML,yaitu:
#Prosedural,yang mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.Contoh:d Base III,Fox Base.
#Non-prosedural,yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa bagaimana cara mendapatkannya.Contoh:SQL.
DML merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data sebagaimana dipresentasikan oleh model data.


Di tunggu sarannya...
READMORE
 

Abstraksi Data

Abstraksi data merupakan tingkat/level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah basis data, ada 3 level abstraksi data:
  1. Physical level-Internal level Merupakan level terendah yang menunjukan bagaimana sesungguhnya sesuatu data di simpan.Pada level ini,pemakai melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datangnya sendiri.
  2. Conceptual level Menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.
  3. View level-External level Merupakan level tertinggi,hanya menunjukan sebagaian dari basis data sesuai dengan kebutuhan user yang menggunakan terasa sebagai satu kesatuan data yang kompak.
READMORE
 

Komponen DBMS

Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti:
1.File Manager,yang mengelola ruang dalam disk&struktur data yang dipakai untuk mempresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
2.Database Manager,yang menyediakan interface antara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
 3.Query Processor,yang menterjemahkan perintah-perintah dalam query languange ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
4.DML Precompiler,yang mengkonversi perintah DML yang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi pemanggil prosedural normal dalam bahasa induk.
5.DDL Compiler,yang mengkonversi perintah-perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metada.Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.
READMORE
 

Sistem Informasi Manajemen Database

    Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi&mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya DBMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarang pun masih ada aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan&kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya di gunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
1. Performance yang di dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori.
2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan. 3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database.Kemudahan di dalam melakukan berbagi pemakaian dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi.


"semoga info yg saya berikan dapat membantu anda dalam mengerjakan tugas atau hanya sekedar menambah pengetahuan saja...!! Tolong tinggalkan komentar untuk perbaikan blog saya...! Terima Kasih.."
READMORE