Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

KEBO IWA STORY

In Bali in the days before, rather than a pair of husband and wife. They just did not have children. One day they go to the shrine. They apply to the Almighty to be descendants.
 
Time also passed. The wife began to contain. How happy they are. Several months later, the baby was born a male. It turns out that the baby is not born normal. When still a baby, he can not eat food for adults. Every day children are more and more.
 
The children grow into adults that big high. Therefore, he called with the name Kebo Iwa, which means ‘Buffalo Uncle’. Kebo Iwa eat and eat and continue with the gluttonous. Old-time drop his parents to meet the taste of food. They also no longer afford to feed their children.

With heavy hearts they ask for the assistance the village. Since it is all the food needs kebo Iim covered village. Residents of the village and then build a house for a very large kebo Iim. They also cook food very much for that. But long-time residents do not feel able to provide food. Then they ask Kebo Iwa to cook your own. They just provide the raw materials.

Kebo Iwa has legs very wide, so that he can travel faster. If he wants to drink, stay Kebo Iwa’s nails thrust into the soil. There was a small wells so that the water issue.

Because of the strength, Kebo Iwa able to rush troops trying to subdue the Majapahit Bali.Maha Patih Majapahit was done some manuver but never succeed. He was invited Kebo Iwa to Majapahit. He then asks Kebo Iwa make some wells, because the government lacking of drinking water.

Kebo Iwa undertakes no suspicious. The Majapahit, he dig more wells. Indeed work hard, because he had to dig in once. When Kebo Iwa are working on the basis of the wells, the Patih ordered troop load Kebo Iwa with lime – then he died in the wells. With the passing away of Kebo Iwa, Bali can be gone down by Majapahit. That is a short history of people who existed on the island of Bali.

These picture above is Kawi Mountain – The highlight is 10 rock shrines cut directly into the cliff face. The place is said to have been created in one night by a single fingernail of Kebo Iwa
READMORE
 

Kesultanan Aceh

Kesultanan Aceh Darussalam berdiri menjelang keruntuhan dari Samudera Pasai yang pada tahun 1360 ditaklukkan oleh Majapahit hingga kemundurannya di abad ke-14. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh) dengan sultan pertamanya adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada pada Ahad, 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507. Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 - 1903), Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.

·        Sejarah Aceh

Aceh (bahasa Belanda: Atchin atau Acheh, bahasa Inggris: Achin, bahasa Perancis: Achen atau Acheh, bahasa Arab: Asyi, bahasa Portugis: Achen atau Achem, bahasa Tionghoa: A-tsi atau Ache) yang sekarang dikenal sebagai provinsi Aceh diperkirakan memiliki substrat (lapis bawah) dari rumpun bahasa Mon-Khmer dengan pembagian daerah bahasa lain seperti bagian selatan menggunakan bahasa Aneuk Jame sedangkan bagian Tengah, Tenggara, dan Timur menggunakan bahasa Gayo untuk bagian tenggara menggunakan bahasa Alas seterusnya bagian timur lebih ke timur lagi menggunakan bahasa Tamiang demikian dengan kelompok etnis Klut yang berada bagian selatan menggunakan bahasa Klut sedangkan di Simeulue menggunakan bahasa Simeulue akan tetapi masing-masing bahasa setempat tersebut dapat dibagi pula menjadi dialek. Bahasa Aceh, misalnya, adalah berbicara dengan sedikit perbedaan di Aceh Besar, di Pidie, dan di Aceh Utara. Demikian pula, dalam bahasa Gayo ada Gayo Lut, Gayo Deret, dan dialek Gayo Lues dan kelompok etnis lainnya Singkil yang berada bagian tenggara (Tanoh Alas) menggunakan bahasa Singkil. sumber sejarah lainnya dapat diperoleh antara lain seperti dari hikayat Aceh, hikayat rajah Aceh dan hikayat prang sabii yang berasal dari sejarah narasi yang kemudian umumnya ditulis dalam naskah-naskah aksara Jawi (Jawoe). Namun sebagaimana kelemahan dari sejarah narasi yang berdasarkan pinutur ternyata menurut Prof. Ibrahim Alfian bahwa naskah Hikayat Perang Sabil mempunyai banyak versi dan satu dengan yang lain terdapat perbedaan demikian pula dengan naskah Hikayat Perang Sabil versi tahun 1710 yang berada di perpustakaan Universitas Leiden di negeri Belanda.
Ada yang percaya bahwa asal-usul orang Aceh adalah "suku Mantir" (atau dalam bahasa Aceh: Mantee) yang dikaitkan dengan "Mantera" di Malaka dan orang berbahasa Mon-Khmer. Menurut sumber sejarah narasi lainnya disebutkan bahwa terutama penduduk Aceh Besar tempat kediamannya di kampung Seumileuk yang juga disebut kampung Rumoh Dua Blaih (desa Rumoh 12), letaknya di atas Seulimeum antara kampung Jantho dengan Tangse. Seumileuk artinya dataran yang luas dan Mantir kemudian menyebar ke seluruh lembah Aceh tiga segi dan kemudian berpindah-pindah ke tempat-tempat lain.

·        Awal Mula

Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496. Di awal-awal masa pemerintahannya wilayah Kesultanan Aceh berkembang hingga mencakup Daya, Pedir, Pasai, Deli dan Aru. Pada tahun 1528, Ali Mughayat Syah digantikan oleh putera sulungnya yang bernama Salahuddin, yang kemudian berkuasa hingga tahun 1537. Kemudian Salahuddin digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang berkuasa hingga tahun 1568. 


Sultan Iskandar Muda
Kesultanan Aceh mengalami masa keemasan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636). Pada masa kepemimpinannya, Aceh telah berhasil memukul mundur kekuatan Portugis dari selat Malaka. Kejadian ini dilukiskan dalam La Grand Encyclopedie bahwa pada tahun 1582, bangsa Aceh sudah meluaskan pengaruhnya atas pulau-pulau Sunda (Sumatera, Jawa dan Kalimantan) serta atas sebagian tanah Semenanjung Melayu. Selain itu Aceh juga melakukan hubungan diplomatik dengan semua bangsa yang melayari Lautan Hindia. Pada tahun 1586, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut. Serangan ini dalam upaya memperluas dominasi Aceh atas Selat Malaka dan semenanjung Melayu. Walaupun Aceh telah berhasil mengepung Melaka dari segala penjuru, namun penyerangan ini gagal dikarenakan adanya persekongkolan antara Portugis dengan kesultanan Pahang.
Dalam lapangan pembinaan kesusasteraan dan ilmu agama, Aceh telah melahirkan beberapa ulama ternama, yang karangan mereka menjadi rujukan utama dalam bidang masing-masing, seperti Hamzah Fansuri dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan, Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman, Nuruddin Al-Raniri dalam bukunya Sirat al-Mustaqim, dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil.

·        Kemunduran

Kemunduran Kesultanan Aceh bermula sejak kemangkatan Sultan Iskandar Tsani pada tahun 1641. Kemunduran Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka, ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau, Siak, Tapanuli dan Mandailing, Deli serta Bengkulu kedalam pangkuan penjajahan Belanda. Faktor penting lainnya ialah adanya perebutan kekuasaan di antara pewaris tahta kesultanan.
Traktat London yang ditandatangani pada 1824 telah memberi kekuasaan kepada Belanda untuk menguasai segala kawasan British/Inggris di Sumatra sementara Belanda akan menyerahkan segala kekuasaan perdagangan mereka di India dan juga berjanji tidak akan menandingi British/Inggris untuk menguasai Singapura.
Pada akhir November 1871, lahirlah apa yang disebut dengan Traktat Sumatera, dimana disebutkan dengan jelas "Inggris wajib berlepas diri dari segala unjuk perasaan terhadap perluasan kekuasaan Belanda di bagian manapun di Sumatera. Pembatasan-pembatasan Traktat London 1824 mengenai Aceh dibatalkan." Sejak itu, usaha-usaha untuk menyerbu Aceh makin santer disuarakan, baik dari negeri Belanda maupun Batavia. Setelah melakukan peperangan selama 40 tahun, Kesultanan Aceh akhirnya jatuh dan digabungkan sebagai bagian dari negara Hindia Timur Belanda. Pada tahun 1942, pemerintahan Hindia Timur Belanda jatuh di bawah kekuasan Jepang. Pada tahun 1945, Jepang dikalahkan Sekutu, sehingga tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan di ibukota Hindia Timur Belanda (Indonesia) segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Aceh menyatakan bersedia bergabung ke dalam Republik indonesia atas ajakan dan bujukan dari Soekarno kepada pemimpin Aceh Tengku Muhammad Daud Beureueh saat itu


READMORE
 

Ceramah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Assalamu Alaikum Wr.Wb

Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rohmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat menikmati anugrah terindahnya berupa kesehatan serta oksigen yang kita hirup tanpa harus membayar sepeserpun. Solawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang
Bapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin yang saya hormati.
Tanggal 12 Rabiul Awal 1431 H, bertepatan pada tanggal … seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.
Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad. Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.
Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengena akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.
Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme. Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.
Dalam pembukaan UUD 1945 menyebutkan atas berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa merupakan bentuk kesopanan para pendahulu kita kepada Alloh. Mereka mengakui bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini bukan karena pemberian sekutu, Bukan pemberian Jepang dan bukan semata-mata karena perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda. Tapi adalah karena Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa. Ada orang yang berpidato menyebutkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia karena hasil perjuangan rakyat Indonesia adalah bentuk ketidak-sopanan kepada Alloh.
  
  • Sopan terhadap Rosululloh,
Rosul merupakan pintu gerbang agung agama. Maka sudah sepantasnya kita sopan kepada Rosululloh. Semua agama mengajarkan kesucian. Karena itu kita harus sopan dalam beragama. Demonstrasi dengan meneriakkan Allohu Akbar sambil saling memukul, menghancurkan, itu juga bentuk ketidak-sopanan kepada agama. Kalimat Allohu Akbar adalah kalimat pertama yang dibaca pada waktu sholat, bagaimana bisa digunakan untuk sesuatu seperti itu. Kalau tidak setuju dengan sesuatu, maka lakukan dengan sopan pula. Penggusuran dengan meneriakkan Allohu Akbar, ini kan pelecehan terhadap agama. Ketidaksopanan kepada agama. Mereka tidak menyadari bahwa dengan berbuat seperti itu mereka telah berbuat tidak sopan kepada agama.

  • Sopan kepada diri sendiri
Bagaimana kita diperintah untuk menutup aurat adalah bentuk kesopanan pada diri sendiri dan sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa. Tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi yang diciptakan Alloh ini ibarat sepet (kulit sabut kelapa-red.), sedangkan berliannya adalah manusia, maka sopanlah kepada diri sendiri.

  • Sopan kepada orang tua
Jangan sampai kita durhaka seperti kisah bagaimana seorang dari desa yang berhasil menyekolahkan anaknya sampai menjadi sarjana dan orang yang sukses. Tapi ketika orang tuanya datang tidak dihormati malah diusir. Ketidak-relaan orang tua menyebabkan anak itu dan keluarganya diazab Alloh dengan dihancurkan rumah dan
keluarganya. Padahal seharusnya si anak bangga dengan orang tuanya yang tinggal di desa tersebut karena telah berhasil mendidik anaknya menjadi orang yang sukses dibandingkan dengan orang kota yang belum tentu berhasil mendidik anaknya menjadi orang yang sukses.

  • Sopan kepada masyarakat
Dalam kehidupan ini kita tidak bisa keluar dari masyarakat, maka kita harus sopan kepada masyarakat. Sopan kepada ibu pertiwi. Hadis Cinta tanah air bagian dari iman adalah bentuk kesopanan kepada ibu pertiwi. Pendahulu kita memberikan lambang negara berbentuk Garuda Pancasila melambangkan jiwa yang besar. Namun yang terjadi sekarang jiwa bangsa Indonesia sedang sakit kronis dengan semakin berkurangnya rasa Cinta Tanah Air. Di zaman sekarang ini globalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun tak ada satu negara pun yang mau dilibas oleh negara lain. Satu-satunya cara adalah dengan menumbuhkan Cinta Tanah Air. Jepang, Korea tidak sampai terlibas dalam era globalisasi karena mereka mempunyai akar yang kuat dengan Cinta Tanah Air.

Semoga uraian ini bermanfaat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Assalamu alaikum wr. wb.



Ini merupakan ceramah di blog lain kemudian saya edit lagi karena ada pelanggan wanrnet saya yang minta untuk di download ceramah tersebut..
Mohon maaf jika halamannya tidak saya cantumkan, lupa lagi mas/mba...

READMORE
 

Tugas Membuat dan Menerjemahkan Naskah Drama ke dalam Bahasa Inggris

*) Teks Bahasa Indonesia

Olahraga Sepeda dan Sepak Bola

Ihsan              : “Hai Yudha..”
Yudha             : “Hai Ihsan..”
Ihsan              : “Apa pagi ini kau ada acara.?”
Yudha             : “Tidak juga”
Ihsan              : “Bagaimana kalau kita berolahraga.?”
Yudha            : “Boleh juga, tapi olahraga apa.?”
Ihsan              : “Kamu punya sepeda.?”
Ridwan          : “Saya punya sepeda”
Dede              : “Saya juga”
Yudha            : “Saya juga”
Ihsan              : “Ya, kita olahraga sepeda saja”
Ridwan, Dede
dan Yudha     : “Boleh juga”
Ridwan          : “Tapi bersepeda ke mana.?”
Yudha            : “Ya sudah kita pikirkan nanti”
Dede               : “Sudah kita bawa sepeda kita masing-masing”
Yudha             : “Ya, ayo”
Ridwan            : “Tapi kita bawa minuman,oke.?”
Ihsan, Dede
dan Yudha       : “Ya benar”
Yudha              : “Tapi bola juga ya..”
Ihsan              : “Saya punya bola”
Dede               :
Ridwan          : “Kita bermain sepak bola.?”
Yudha            : “Ya.”
Ihsan              : “Baik kalau begitu”
Dede               : “Ya, cepat.”
Ridwan          : “Ayo..”
Dede               : “Cepat..”
Ridwan          : “Ya..ya...ya...”



*) Teks Bahasa Inggris + Perbaikan

Sport Cycling dan Foot Ball

Ihsan              : “Hai Yudha..”
Yudha             : “Hai Ihsan..”
Ihsan           : “What this morning there you program..? Do you have anything to do this morning..?”
Yudha             : “No also Not really”
Ihsan              : “How we if sport How about going sport with me..?”
Yudha             : “May also, what but sport.? That’s good idea, what sport.?”
Ihsan              : “You have to cycling.? Do you have a bicycle.?”
Ridwan          : “I have to cycling Yes, I have”
Dede               : “I also I do to”
Yudha             : “I also I do to”
Ihsan              : “Yes, we sport cycling only Yes, let’s go cycling”
Ridwan, Dede
dan Yudha     : “May also That’s great”
Ridwan          : “But cycling to where.?”
Yudha            : “Yes, ready we opinion later We think about later”
Dede               : “Ready we to carry cycling each Let’s carry our own bicycle”
Ihsan              : “Yes, come on”
Ridwan          : “But we to must carry drink, okay ok”
Ihsan, Dede
dan Yudha     : “Yes, true”
Yudha             : “But ball also yes.! Don’t forget the ball.!”
Ihsan              : “I have to ball”
Dede               : “Certainly”
Ridwan          : “We foot ball playing Will we play foot ball”
Yudha             : “Yes”
Ihsan              : “Good if  like that That’s good”
Dede               : “Yes, quick quickly please”
Ridwan          : “Come on”
Dede               : “Quickly”
Ridwan          : “Yes..yes..yes..”


Nama Anggota :
ü  Ihsan Wahyudin
ü  Yudha Predi G.
ü  Dede Iryawan
ü  Ridwan Ramdani
READMORE
 

DRAMA BAHASA INDONESIA "ANAK DURHAKA"


Aan P.     : Ibu Indah
Irpan R.   : Toni
Agis R.    : Ucup
Rizal Z.    : Itank
 Rifky G.   : Mahmod
Sandy S   : Deri
Dede I.    : Udin       
Egi R.      : Ryan
Henry R.  : Ustadz
Aldy F.     : Andi

    Ada sebuah kisah tentang anak yang berbakti pada ibunya, tetapi ia bergaul dengan anak nakal sehingga terbawa-bawa nakal oleh temannya. Inilah kisahnya....

Ustadz        : Assalamu’ alaikum.....
Toni&Ryan  : .......(mereka sedang asyik main kartu)
Ustadz      : Astagfirullaoh...!! Buat apa Nak kalian bermain judi.? Padahal di luar sana banyak kegiatan yang sangat bermanfaat, lagian kan sudah adzan memanggil kita untuk shalat. Mari Nak kita pergi ke masjid bersama-sama.!
Toni          : Buat apa sih kita pergi ke masjid.?
Ryan         : Yoa, main judi kan bisa ngasilin duit. Beda banget sama pergi ke masjid.
Ustadz      : Ya..ya...bapak juga tau, tapikan uang dari hasil judi haram hukumnya.
Toni          : Udahlah jangan ceramah disini, basi tau.
Ustadz      : Astagfirullah, ya sudah bapak ke masjid dahulu..! Wassalamu’alaikum..

   Lalu Pak Ustadz bergegas pergi ke masjid dan meninggalkan pemuda-pemuda itu untuk menunaikan shalat dzuhur berjamaah. Setelah selesai shalat berjamaah Pak Ustadz berbincang-bincang dengan salah satu jemaatnya.

Ustadz       : Oh ya, Der ke mana Mahmod.? Kok sudah beberapa hari ini tidak datang ke masjid.?
Deri           : Gak tau Pak Ustadz, dari kemarin jarang lihat Mahmod.
Ustadz       : Ya sudah mari kita ke rumahnya, mungkin dia lagi sakit.
Deri           : Siap Pak.

  Mereka pun berjalan menuju runah Mahmod, tetapi sebelum sampai ke rumahnya. Deri melihat orang yang mirip Mahmod.

Deri           : Eh, Pak itu siapa ea yang..? (sambil menunjuk karang)
Ustadz       : Kayanya Bapak kenal Der, sepertinya itu Mahmod.? (sambil berjalan mendekati)

Untuk lebih lengkap silahkan download di sini (DOWNLOAD)
READMORE
 

7 PUISI PILIHAN


1.      SAJAK WIDURI UNTUK JOKI TOBING
Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir
Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba
Orang-orang miskin menentang kemeleratan
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu karena wajahmu muncul dalam mimpiku
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu

Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku
Kita duduk bersandingan menyaksikan hidup yang kumal
Dan perlahan tersirap darah kita, melihat sekuntum bunga telah mekar dari puing masa yang putus asa
                                                                              WS Rendra


2.   SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI
      Dengan latar belakang gubug-gubug karton, aku terkenang akan wajahmu
Di atas debu kemiskinan, aku berdiri menghadapmu
Usaplah wajahku, Widuri
Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran
Ciliwung keruh, wajah-wajah nelayan keruh, lalu muncullah rambutmu yang berkibaran
Kemiskinan dan kelaparan, membangkitkan keangkuhanku
Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawala
WS Rendra


3.   GAJAH DAN SEMUT
Tujuh gajah cemas
Meniti jembut serambut
Tujuh semut turun gunung
Terkekeh-kekeh perjalanan kalbu
Sutardji Calzoum Bachri

4.   PADA SUATU HARI NANTI
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi diantara larik-larik ini
Kau akan tetap kusiasati


Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari
  Sapardi Djoko Damono

5.   SAJAK KECIL TENTANG CINTA
Mencintai angin harus menjadi suit
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
Mencintai-Mu harus menjadi aku
  Sapardi Djoko Damono

6.   HATIKU SELEMBAR DAUN
Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput
Nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini
Ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput
Sesaat adalah abadi sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi
  Sapardi Djoko Damono

7.  CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis sekarang sendiri

Perahu melancar, bulan memancar
Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
Angin membantu, laut terang, tapi terasa aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angina mendayu, di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata: “Tujukan perahu ke pangkuanku saja”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuhi
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau, kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri
Chairil Anwar



Sumber: Naskah Ujian Praktik Bahasa Indonesia 2010/2011

READMORE