Sinonim, Antonimn, Polisemi , Hipernim, dan Hiponim

1. Sinonim
Kata-kata yang maknanya hampir sama. Suatu kata dapat dikatakan bersinonim apabila kata-kata tersebut dapat saling menggantikan dalam kalimat yang sama.
Contoh:
- Tidak ada mahkluk hidup yang kekal atau abadi di dunia ini.
- Farhan gembira atau senang bisa kuliah di Universitas Tokyo di Jepang.

2. Antonim
Kata-kata yang maknanya berlawanan.
Contoh:
- Perbuatan baik dan buruk selama hidup akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.
- Nilai bahasa Inggris pada semester genap dan semester ganjil tidak boleh kurang dari 7 (tujuh), jika Aan ingin masuk PTN melalui jalur PMDK.

3. Polisemi
Kata yang memiliki banyak makna tetapi makna saling berhubungan.
Contoh:
- Daun pintu itu penuh dengan ukiran.
- Daun pisang sangat baik membungkus pepes ikan.
Hubungan makna: keduanya mengandung makna lebar.

4. Hipernim
Kata yang maknanya mencakup beberapa kata lain.
Contoh:
- Iif membeli beberapa jenis unggas, yakni itik, angsa, dan ayam.
- Deden menjual macam-macam buah, yaitu mangga, jeruk, dan apel.

5. Hiponim
Kata yang maknanya telah tercakup pada kata yang lain.
Contoh:
- Permata, zamrud, dan giok termasuk jenis-jenis batu berharga.
- Mengintip, melirik, dan memandang masih dikategorikan melihat.
READMORE
 

Simpulan atau Kesimpulan

Keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif. Oleh karena itu, letak kesimpulan berada di awal atau di bagian akhir paragraf, bahkan bisa juga intisari paragraf atau teks.
Contoh:
1. Kalau kita mengabaikan peringatan dan mendapat kesulitan, jangan melempar frustasi kepada orang lain. Apalagi kita punya kekuasaan. Jangan menyalahkan bawahan, pasangan atau orang lain. Pokoknya, kalau kita menghadapi masalah, jangan menyerang orangnya tetapi seranglah masalahnya.

2. Kalau Anda mau jadi pemenang dari setiap solusi, salurkanlah kasih sayang. Kasih itu seperti Anda memberikan air segar di tengah padang gurun kepada seseorang. Belum lama ini, saya dengar seorang suami yang memanggil kembali istriny ayang sudah menyimpang dari laki-laki lain. Ia berkata, “Walaupun Anda bersalah, saya tetap mau menerima apa adanya sesuai hukum kasih yang diajarkan pada saya”.

Simpulan:
1. Jika kita menghadapi masalah, jangan menyerang orangnya tetapi seranglah masalahnya.
2. Salurkan kasih sayang jika ingin menjadi pemenang dalam menyelesaikan solusi.


Sumber: SPM Bahasa Indonesia SMK dan MAK Siap Tuntas Menghadapi Ujian Nasional, PENERBIT ERLANGGA(dengan perubahan)
READMORE
 

Sebab-sebab Terjadinya Kalimat Tidak Efektif

1. Makna tidak logis
Contoh:
- Saya saling menyapa (tidak efektif).
- Kami saling menyapa (efektif).

2. Bentuk kata tidak sejajar
Contoh:
- Putri membeli baju itu karena diketahui bahwa baju tersebut bagus (tidak efektif ).
- Putri membeli baju itu karena mengetahui bahwa baju tersebut bagus (efektif ).

3. Menggunakan subjek ganda
Contoh:
- Majalah itu saya sudah baca (tidak efektif).
- Saya sudah membaca majalah itu (efektif).

4. Bentuk jamak yang diulang
Contoh:
- Para hadirin dimohon berdiri (tidak efektif).
- Hadirin kami mohon berdiri (efektif).

5. Penggunaan kata depan yang tidak perlu
Contoh:
- Kepada siswa kelas IIX-G dimohon berkumpul di lapangan (tidak efektif).
- Siswa kelas IIX-G dimohon berkumpul di lapangan (efektif).

6. Salah nalar
Contoh:
- Mobil Pak Tanzar Rahma Bayu mau dijual (tidak efektif).
- Mobil Pak Tanzar Rahma Bayu akan dijual (efektif).

7. Pengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
Contoh:
- Para tamu undangan sudah pada hadir (tidak efektif).
- Tamu undangan sudah hadir (efektif).

8. Kontaminasi/keracunan
Contoh:
- Nilai ulangan matematika Agis sangat baik sekali (tidak efektif).
- Nilai ulangan matematika Agis baik sekali (efektif).
- Nilai ulangan matematika Agis sangat baik (efektif).




Sumber: SPM Bahasa Indonesia SMK dan MAK Siap Tuntas Menghadapi Ujian Nasional, PENERBIT ERLANGGA, dengan perubahan
READMORE
 

Perubahan Makna Kata

1. Generalisasi (perubahan makna)
Suatu proses perubahan makna kata dari yang khusus ke yang lebih umum atau dari yang sempit ke yang luas.
Contoh:
- Kata bapak dahulu bermakna ayah, sekarang semua orang yang lebih tinggi kedudukannya disebut bapak.
- Kata berlayar dahulu bermakna mengarungi laut dengan kapal yang memakai layar, sekarang mengarungi laut dengan semua jenis kapal, tanpa layar sekalipun.

2. Spesialis (penyempitan makna)
Suatu proses perubahan makna kata dari yang umum ke yang lebih khusus atau dari yang luas ke yang sempit.
Contoh:
- Kata sarjana dahulu memiliki arti cendekiawan, sekarang gelar keserjanaan.
- Kata pembantu dahulu memiliki arti semua orang yang membantu, sekarang hanya terbatas pada pembantu rumah tangga.

3. Ameliorasi
Makna yang baru dianggap lebih baik daripada makna yang lama.
Contoh:
- Kata tunawisma lebih baik daripada gelandangan.
- Kata istri dianggap lebih baik daripada bini.

4. Peyorasi
Proses perubahan makna menjadi lebih jelek atau lebih rendah.
- Kata penjara dirasakan lebih kasar daripada kata lembaga pemasyarakatan.
- Kata cerai dirasakan lebih kasar daripada kata talak.

5. Sinestesia
Perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan dua indra yang berbeda.
Contoh:
- Kata-katamu sangat manis untuk dia.
Kata manis seharusnya ditanggapi oleh indra perasa tetapi justru ditanggapi indra pendengaran.
- Pendengaranmu sungguh sangat tajam.
Kata tajam ditanggapi oleh indra perasa, tetapi justru ditanggapi oleh indra pendengaran.

6. Asosiasi
Perubahan makna kata akibat persamaan sifat.
- Neni memberi amplop kepada petugas sehingga urusannya cepat selesai.
Kata amplop berasosiasi dengan sogok atau suap.
- Resa memiliki enam nilai yang merah.
Kata merah berasosiasi dengan jelek atau tidak baik.




Sumber: SPM Bahasa Indonesia SMK dan MAK Siap Tuntas Menghadapi Ujian Nasional, PENERBIT ERLANGGA, dengan perubahan
READMORE
 

Perbedaan Fakta dan Opini

Fakta adalah sesuatu (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan dan benar-benar ada atau terjadi. Opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang tentang sesuatu.
-Fakta:
# logis (masuk akal)
# objektif (apa adanya)
# faktual (berdasarkan kenyataan atau kebenaran)

-Opini:
# pendapat
# pemikiran
# asumsi (memperkirakan kebenaran)
# subjektif (menggunakan kata-kata sebaiknya, mungkin, pendapat saya, dsb)
Contoh:
(a) Sebanyak 20 tim balap sepeda menyatakan keikutsertaannnya di Speedy Tour d’Indonesia 2009. (b) Sembilan dari 20 tim itu adalah tim nasional luar negeri sedangkan 11 tim lainnya berasal dari dalam negeri. (c) Menurut panitia, salah satu dampak positif lomba ini adalah timbulnya minat klub sepeda lokal yang cukup tinggi. (d) Hal ini, setidaknya jika dibandingkan dengan peserta Tour d’Indonesia 2008 yang hanya diikuti 8 klub dari dalam negeri. (e) Itu artinya, ada penambahan jumlah peserta lomba yang cukup menggembirakan (Kompas, 19 November 2009).
1. Kalimat (a), (b), dan (d) mengandung informasi berbentuk fakta (benar-benar terjadi)
2. Kalimat (c) dan (e) mengandung informasi berbentuk opini.


Sumber: SPM Bahasa Indonesia SMK dan MAK Siap Tuntas Menghadapi Ujian Nasional, PENERBIT ERLANGGA, dengan perubahan
READMORE